Perjuangan Lintas Jurusan Siswa SMK, Part 2 : PBU UGM

05.42



Setelah kemarin sempat gagal di SNMPTN, kali ini aku coba daftar ke UGM lewat jalur prestasi yang lain. Loh loh, emang ada to jalur prestasi masuk PTN selain via SNMPTN? Jawabannya, ADA! Kalau di UGM sendiri namanya PBU (Penelusuran Bibit Unggul).

PBU UGM ini sendiri dibagi menjadi dua. Yang pertama untuk program studi S1, dan yang kedua khusus untuk SV atau diploma. Untuk detailnya, kalian bisa langsung cek di web UM UGM. Disitu sudah dijelaskan dengan lengkap sekali.

Nah, aku pingin nyeritain pengalamanku sekaligus berbagi tips daftar UGM lewat kedua jalur tersebut, yaitu PBU S1 dan PBU SV. 

1. Daftar Jauh-Jauh Hari!

Kenapa harus jauh-jauh hari? Well, ini kukasih lihat beberapa berkas yang harus kamu siapkan : 
1. Rapor asli atau rapor konversi dari sekolah dalam skala 100
2. Surat rekomendasi dari kepala sekolah
3. Sertifikat prestasi kejuaraan
4. Kartu Keluarga (C1)
5. Kartu SNMPTN
6. Surat keterangan penghasilan orang tua/wali
7. Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
8. Foto rumah tampak depan
9. Foto tempat belajar
10. Foto bersama anggota keluarga
11. Tagihan listrik 3 bulan terakhir
12. Tagihan internet dan air 3 bulan terakhir
FYI, semua dokumen tersebut HARUS di-scan dan di-upload di website menggunakan FORMAT FILE .PDF dengan ukuran minimal 150 KB dan maksimal 800 KB! 

Nah repotnya disini haha. Untung di sekolahku nyediain scanner yang bisa dipakai oleh siswa, jadi aku pakai scanner sekolah. Terus, jika file hasil scan ternyata lebih dari 800 KB, kamu harus compress dulu biar ukurannya jadi kecil. Kamu bisa menggunakan layanan compress online di internet. Search saja dengan keyword : "compress pdf online".

Lalu, beda dengan SNMPTN dimana nilai raportmu sudah di-input oleh sekolah, di PBU kamu harus input nilai rapotmu sendiri! Bersyukurlah buat kamu yang nilai rapornya sudah pakai skala 1-100, karena kamu bisa langsung menginput nilai. Jika rapormu menggunakan skala 1-4, maka langsung saja minta surat konversi nilai dari pihak sekolah agar bisa menginput nilai dengan skala 1-100.

Kebetulan raporku semester 1 menggunakan skala 1-4. Jadi aku sempet ngerasain rasanya "dipermainkan" sama sekolah sendiri pas ngurus surat konversi ini. Dilempar kesana-kemari, ditanyain macem-macem. Pokoknya makan waktu banget! Aku nggak tau di sekolah lain sama atau beda, tapi aku sarankan siapkan itu semua jauh-jauh hari agar kalian tidak panik sendiri.

rapor konversi

Nah, masih ada hal lain nih yang bikin ribet, yaitu surat rekomendasi. Sebenarnya format surat ini sudah disediakan oleh panitia PBU UGM. Jadi kita SEBENARNYA sudah sedikit dipermudah.
Tapi kembali lagi. Justru pihak sekolah yang membuatnya menjadi ribet. Jujur, aku sempet kecewa dengan pihak TU sekolahku karena aku melihat upaya penghambatan yang mereka lakukan.

Ceritanya gini,
Aku datang ke TU dan menjelaskan bahwa aku ingin minta dibuatkan surat rekomendasi dengan format yang sudah disediakan oleh panitia. Jadi pihak TU tinggal menambahkan KOP SEKOLAH dan identitas kepala sekolah. ITU SAJA!
Aku sempat berdebat alot sampai menunjukkan bukti dari website bahwa aku memang butuh surat itu. Baru deh pihak TU mau percaya.

Aku tawarkan, format suratnya mau aku kirimkan ke email sekolah, atau mau di download sendiri di website UGM? Pihak TU menyuruhku untuk mengirimkan ke e-mail sekolah. Aku kirim langsung dah.

Esoknya aku datang lagi menanyakan surat rekomendasiku sudah jadi atau belum. Ternyata sudah! Wah seneng banget. Tapi pas aku cek..
YA TUHAN. Format suratnya beda sekali. Disitu tidak ada identitas kepala sekolah, sedangkan aku sempat berkirim email dengan panitia PBU UGM, bahwa surat rekomendasi WAJIB mencantumkan identitas kepala sekolah, seperti yang di format. Ditambah lagi, surat yang dibuat itu banyak mengandung typo dan spasinya berantakan.

Akhirnya aku kembali jelaskan baik-baik tentang semua itu. Tapi respon yang aku dapat adalah nyinyiran, "loh bejo udah dibikinin surat". Aku juga dianggap sok tau ketika membetulkan kata-kata yang typo. Jujur aku sakit hati banget, karena respon yang diterima tidak bersahabat.

Aku sempat bertanya, kan aku sudah mengirim format suratnya ke email. Kok tidak dipakai? Tapi pertanyaanku dicuekkan. Akhirnya, aku disuruh kembali besoknya.

Esok hari, aku bener-bener berharap permasalan surat rekomendasi ini beres. Ketika aku ambil suratnya di TU, aku sedikit lega karena sudah sesuai format. TAPI.. KENAPA SPASINYA BERANTAKAN? Aku ngerasa dipermainkan banget.

Aku mungkin masih SMA. Tapi aku paham, surat resmi tidak boleh seperti itu. Mengandung kesalahan ketik, spasi tidak beres, dsb. Dan aku sempat takut dari pihak UGM akan mempermasalahkan/mengira aku memalsukan surat. Tapi aku pasrah saja. Bener-bener udah capek lahir batin :)

2. Prodi yang Dapat Di Pilih Terbatas!

Terbatas? Maksudnya kita tidak bisa memilih program studi secara bebas gitu? 
YUP!

Pengecualian buat kalian anak IPA, bersyukurlah karena kalian BISA BEBAS MEMILIH JURUSAN MANAPUN, baik ranah saintek maupun soshum. Nah, berbeda halnya dengan jurusan IPS dan SMK. Siswa dari jurusan IPS hanya bisa mendaftar di ranah soshum dan beberapa prodi saintek. Sedangkan siswa SMK, hanya bisa mendaftar di PRODI TERTENTU yang jumlahnya sangat sedikit.

Awalnya, aku berencana daftar prodi HI dan Psikologi untuk S1 dan Paramedik Veteriner untuk SV. Tapi karena aku dari SMK Broadcasting, ternyata aku gak bisa daftar disitu :(
Untuk prodi S1, aku hanya bisa mendaftar prodi FMIPA. Sedangkan SV, aku hanya bisa memilih jurusan yang berkaitan dengan TI.

Agak nyesek juga si, karena keinginan buat memperjuangkan HI dan Psikologi UGM harus kandas di proses pendaftaran :( Aku bener-bener ga paham, gimana bisa siswa SMK Broadcasting, cuman bisa daftar FMIPA, padahal ga ada kaitannya sama sekali.

Tapi in the end, aku tetep daftar dengan memilih jurusan berdasarkan peminatnya YANG PALING SEDIKIT :( *plis jangan ditiru

Alasannya, karena aku memang gatau harus pilih mana di FMIPA dan SV itu. Ya udah akhirnya aku pilih aja prodi yang peminatnya paling sedikit. Siapa tau takdirku ternyata disitu :)


3. Daftarnya Bayar!

SNMPTN gratis karena disubsidi pemerintah. Tapi, lain halnya dengan PBU. Kamu harus bayar, haha. Aku sendiri cuma membayar Rp. 25.000,00 untuk PBU S1 dan Rp. 10.000,00 untuk PBU SV. Jadi total, aku hanya mengeluarkan uang Rp. 35.000,00 buat daftar di UGM. Tergolong murah bukan? Haha. UGM memang kampus kerakyatan sih *promo.

Nah, untuk pembayarannya sendiri dilakukan melalui sistem multi-payment Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BPD DIY, CIMB NIAGA, dan Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan menggunakan kode pembayaran yang telah diperoleh setelah mengunci data (submit). Jadi, kamu HARUS mengunci data dulu, baru akan keluar kode pembayarannya. Nah kalau sudah kunci data, maka data kamu sudah TIDAK BISA DIUBAH lagi. Pastikan betul-betul kamu tidak membuat kesalahan ketika pengisian.


4. Cetak Kartu dan Tunggu Pengumuman!

The last step, haha. Kalau kamu sudah kunci data dan membayar biaya pendaftaran, kamu bisa langsung cetak kartumu. Sudah gitu aja. Tinggal duduk dan tunggu pengumuman.


kartu peserta PBU S1

kartu peserta PBU SV

Disini aku pingin sekalian ngungkapin kekecewaanku ke UGM juga karena diskriminasi dalam  pemilihan prodi. It's okaylah buat prodi seperti FK yang memang WAJIB dari SMA IPA, and I have no problem with that. Yang aku bingung disini, kenapa siswa SMK cuma bisa mendaftar di prodi tertentu saja yang jumlahnya sangat terbatas. Sampai sekarang, aku totally ga bisa nemuin korelasi antara SMK Broadcasting dengan FMIPA :(

Semoga ceritaku ini bisa dijadiin pengalaman buat teman-teman yang pingin daftar jalur prestasi UGM. Kalau ada yang pingin ditanyakan, komen saja :)






You Might Also Like

4 komentar

  1. Semoga sukses selalu dengan pilihan dan jalanmu

    BalasHapus
  2. Aku dulu juga gitu, pas milih jurusan juga dibatasi karena dari SMK. Tapi alhamdulillah, sekarang jadi hal yang disyukuri. Semangat yakkk...

    BalasHapus
  3. luar biasa pengalamannya. tetap semangat, dan semoga tips ini juga berguna buat yang lain

    BalasHapus

Search