Catur Dharma Astra, Tak Sekedar Filosofi

04.12


PT Astra International Tbk.
Nama yang sudah tak asing lagi di teling masyarakat Indonesia. Gak main-main. Enampuluh tahun sudah Astra hadir di Indonesia.
Astra merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif yang bermarkas di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk seperti yang kita kenal sekarang.

Setiap perusahaan pasti memiliki suatu landasan yang menjadi penggeraknya agar terus bergembang. Nah, di Astra, kita mengenalnya dengan nama Catur Dharma. Poin-poin yang terkandung dalam Catur Dharma ini berisi core values atau nilai-nilai dasar perusahaan Astra yang ditetapkan William Soeryadjaya sebagai pendiri.

Apa saja Catur Dharma PT Astra International Tbk.?
1. Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
2. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
3. Menghargai individu dan membina kerjasama.
4. Senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.
Enam dekade berkiprah di Indonesia memang bukan waktu yang sebentar. Meskipun begitu, Catur Dharma sebagai nilai dasar perusahaan masih tetap relevan dari dulu hingga sekarang. Manajemen Astra pernah berusaha menyusun core values baru untuk menggantikan Catur Dharma. Namun setelah digodok, nilai yang dirumuskan tetap sama dengan Catur Dharma. Manajemen akhirnya kian mengukuhkan Catur Dharma sebagai nilai dasar perusahaan.

Filosofi tersebut memperkuat peranan Astra sebagai perusahaan Indonesia yang memiliki manfaat bagi bangsa dan negara. Mau tahu bukti nyata-nya? Banyak sekali lho, program-program CSR (Corporate Social Responsibility) yang sudah Astra laksanakan.

Salah satunya adalah Kampung Berseri Astra (KBA) yang sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari desa atau daerah pinggiran. Sebut saja Kampung Berseri Astra di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, NTT.


Sudah setahun terakhir ratusan kepala keluarga di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menekuni budidaya hortikultura. Menurut pengakuan salah satu warga desa, sebagian besar masyarakat Desa Sonraen memang berprofesi sebagai petani. Namun, sebelumnya kebanyakan warga hanya menggantungkan hidup dari hasil menanam pisang, kelapa, kemiri dan umbi-umbian. Baru pada 2016 lalu, masyarakat desa juga mulai membudidayakan tanaman hortikultura untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Pengetahuan mengenai cara budidaya hortikultura warga dapatkan dari kegiatan penyuluhan pertanian yang merupakan bagian dari program Kampung Berseri Astra. Warga dibina untuk mengembangkan tanaman holtikura yang produktif agar bisa menghasilkan tambahan pendapatan bagi mereka.

Benar-benar program yang sangat kece bukan? Keberadaan KBA sangat5 membantu memajukan perekonomian daerah, khususnya yang berada di pinggiran.

Bahkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga sempat menuturkan bahwa program seperti ini harus diikuti oleh siapapun yang masuk sektor swasta atau korporasi.


Salut untuk Astra!

You Might Also Like

0 komentar

Search