Dilema Siswa SMK : Kerja atau Kuliah?

04.31

sumber gambar : Shutterstock


Jangan pernah lelah menuntut ilmu. Sepenggal kalimat di atas menjadi alasan saya untuk terus belajar dan meneruskan pendidikan hingga tingkat perguan tinggi.

Sebagai siswa SMK di daerah, meneruskan kuliah adalah pilihan yang terbilang cukup langka. Di SMK saya, jumlah kakak kelas yang meneruskan kuliah dapat dihitung dengan jari. Itupun kebanyakan mengambil universitas swasta di kota sendiri.

Memang, ada beberapa kakak kelas yang berhasil diterima di jalur SBMPTN, bahkan USM STAN. Tapi itu hanya segelintir sekali. Tak sebanding dengan total siswa satu angkatan yang mencapai kurang lebih 300an siswa.

Sisanya? Lebih memilih untuk tidak berkuliah dengan alasan yang beraneka ragam. Ada yang memang lebih minat untuk bekerja, meneruskan usaha orang tua, kendala ekonomi, dan lain-lain. Tentu itu menjadi maklum. Namun alasan yang cukup banyak saya dengar dari mereka yang tidak ingin bekuliah adalah.. MALAS BELAJAR.

Ya. Benar. Rasa malas untuk meneruskan studi. Jenuh dengan teori. Jenuh dengan segala carut marut pendidikan negeri.

Dengan lingkungan yang seperti itu, tentu saya harus selalu menjaga semangat belajar. Di saat teman-teman saya berbahagia dengan jamkos, saya lebih memilih untuk tetap berkutat dengan buku-buku latihan soal SBMPTN. Di saat teman-teman ngajakin bolos, touring, ataupun nonton dengan intensitas yang cukup sering, saya harus menahan diri dan ikut hanya sesekali saja.

Tak hanya itu saja. Teman-teman, bahkan kakak kelas sendiri juga beberapa kali meremehkan usaha ini.
"Apa ga bosen belajar terus?"
"Kapan kerja?"
"Ngapain kuliah? Ngabis-ngabisin duit. Toh lulusan SMK tetap bisa kerja."

HALOOOO MAS BRO SIS MBAK KAK. Lulusan SMK memang disiapkan untuk terjun ke dunia kerja. Tapi itu juga tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk meneruskan kuliah. Terlebih di jalan sekarang. Jika kita hanya bermodal ijazah SMK, tentu kita akan kalah saing. Do you understand?

Godaan yang datang ternyata nggak hanya itu saja. Tak sedikit juga orang yang memandang sebelah mata jurusan atau kampus yang menjadi pilihan kita.

Q : Mau nerusin dimana?
A : Teknik Nuklir UGM.
Q : Hah? Ngapain? Mau bikin bom? Nyaingin Korea Utara?

Q : Kamu SMK?
A : Iya
Q : Mau kerja apa kuliah?
A : Insya allah kuliah
Q : Dimana?
A : PGSD.
Q : Lah? Kamu kan SMK Akuntansi. Udah mending-mending akuntansi, kenapa pindah haluan ke PGSD? Kamu kuliah cuma mentok jadi guru SD?

Kuliah Filsafat : Mau jadi atheis?
Kuliah Peternakan : Ngapain belajar ternak di kuliahan? Mending langsung kerja di kebon keles.
Kuliah Akuntansi : Yakin kuat? Nilai mapel Pengantar Akuntansi jilid 1 aja dapet 6.
Kuliah Sastra : Emang bisa nyari kerja?
Kuliah Komunikasi : Kan kita udah diajarin ngomong sejak kecil. Ngapain belajar komunikasi lagi?
Bla bla bla bla.

sumber gambar : anisadaily.com


Sakit memang. Ketika pilihan yang emang udah jadi passion kita, disepelekan.
Bahkan saya pernah dapet wejangan seperti ini dari kakak kelas saya : "Kita itu SMK. Nggak usah kuliah yang aneh-aneh. Kita itu kalah sama anak SMA."
Miris bukan?
Sudah menyerah sebelum berjuang.
Bukannya menyemangatin adik kelasnya, namun justru membikin down adik kelas.

So..
Maksud dari saya menulis cerita ini adalah.. AYOK buat temen-temen seperjuangan SMK, jangan pernah lelah menuntut ilmu. Kalau memang kalian punya niatan untuk meneruskan kuliah, ayok perjuangin bersama. Jangan mudah putus asa. Banyakin latihan soal. Jangan lelah ngulang-ngulang materi.

Godaan dan hasutan pasti datang. Itu gunanya tak lain dan tak bukan adalah untuk menguatkan kita. Untuk menguji semangat kita.

Dan untuk teman-teman SMK yang memilih untuk bekerja, JANGAN PERNAH LELAH UNTUK TERUS BELAJAR. Belajar ga harus di bangku kuliah kok. Belajar bisa dimana aja. Tahu nggak? Kalian adalah orang-orang hebat, karena di usia yang masih muda, kalian punya semangat tinggi untuk mencari kerja dan nggak mau nggantungin orang tua.

Last but not least, jalan hidup orang memang beda-beda dan kita gak bisa memungkirinya. Saling menghormati pilihan masing-masing dan saling mendukung. Ok?


You Might Also Like

1 komentar

  1. Kalo aku mantepin kuliah mbak, tergantung kaki udh pnya keahlian, yaudah tinggal kembangin aja. Tih bisa kok kuliah sambil kerja, hehehehe #DuniaFaisol

    BalasHapus

Search