7 Kata untuk Akademi Berbagi

04.27


"BERBAGI BIKIN HAPPY"

Jargon di atas mengawali ceritaku tentang arti berbagi yang sesungguhnya. Cerita ini berisikan sedikit pengalamanku selama bergabung menjadi salah satu volunteer Akademi Berbagi Pekalongan.

Keterlibatanku dalam Akademi Berbagi Pekalongan ini menjadi awal dari segala aktivitasku di luar sekolah. Awal dariku untuk belajar bahwa segala sesuatu yang luar biasa itu tak bisa kita raih jika hanya duduk diam di bangku sekolah.

Namaku Ibra. Just celebrated my 18th birthday. Saat ini aku baru saja naik kelas 12 SMK. Ketika aku mendaftar untuk menjadi volunteer Akber, usiaku baru 17 tahun. Hal itulah yg awalnya sempat membuatku ragu untuk bergabung di Akber. Ditambah, saat itu aku baru saja naik kelas 11.

Terlalu muda. Belum cukup umur. Belum ada pengalaman. Belum tau apa-apa.

Walaupun sejujurnya aku sudah mengenal Akber sejak lama. Aku yg dulu pernah tinggal di Solo selama setahun, sempat mengikuti beberapa kegiatan Akber Solo. Salah satunya English Club (EC) mereka. Aku bersama temanku mengikuti EC Akber Solo sejak pertama dibentuk.

Dari situ aku mulai kepo tentang apa itu Akber. Setelah googling-googling, aku baru tau kalau ternyata Akber itu nggak cuma ada di Solo. Akber sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Fakta yang membuatku cukup terkejut adalah.. Akber ternyata ada di Pekalongan, kota kelahiranku. Dan sudah berdiri selama 3 tahun lebih.

Aku saat itu mbatin, "kok aku baru tau ya?"

***

BERGABUNG DENGAN AKBER

Aku pindah sekolah dari Solo ke Pekalongan. Kesibukanku dengan dunia akademik membuatku sejenak lupa dengan Akber.

Setelah hampir setahun lebih di Pekalongan, aku berniat untuk mencari informasi tentang Akber Pekalongan. Kebetulan saat itu mereka sedang membuka pendaftaran untuk kelas tentang fotografi. Tanpa ragu, aku langsung memutuskan untuk ikut. Tak lupa teman-teman sekelasku aku ajak.

Sejak saat itu, aku dan teman-teman kelas menjadi rutin mengikuti Akber. Kebetulan, saat itu kelas-kelas Akber seringnya diselenggarakan hari Sabtu sore, sehingga membuat kami datang berbondong-bondong ke kelas Akber dalam keadaan masih berseragam sekolah. Ternyata hal ini cukup menarik perhatian para volunteer Akber.

Setelah berkali-kali mengikuti kelas Akber, timbul keinginan dalam diriku untuk bergabung menjadi volunteer. Aku ingin terlibat tak hanya sebatas sebagai peserta kelas, tapi juga menjadi bagian dalam kepengurusan Akber.

Aku benar-benar kepo. Bagaimana sih mempersiapkan kelas akber itu? Apa saja kegiatan Akber selain menyelenggarakan kelas-kelas gratis? Apakah ini.. apakah itu.. bla bla bla..

Akhirnya, aku memutuskan untuk mengontak CP Akber Pekalongan di sosial media. Aku berkenalan dengan Mbak Mila, kepala sekolah Akber Pekalongan dan mengatakan keinginanku untuk bergabung dalam Akber. Tak lupa aku juga mengatakan bahwa statusku masih pelajar agar nantinya tak timbul kesalahpahaman.

Mbopo bae jebul pelajar ra oleh melu akber.

And then, November 2016 aku resmi bergabung menjadi volunteer Akademi Berbagi Pekalongan.

***

7 KATA UNTUK AKBER

Aku tau, aku tak akan pernah menyesali keputusanku untuk bergabung dengan Akber. Akber adalah komunitas sosial yang terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Tak peduli kamu masih pelajar unyu-unyu, mahasiswa semester akhir yang terancam DO, pekerja kantoran dengan jam lembur yang tinggi, ibu rumah tangga yang rempong, ataupun pensiunan TNI.
Akber itu TERBUKA.

------------

Meskipun statusku adalah volunteer baru dan termuda, aku tak pernah merasa disepelekan atau dipandang sebelah mata. Mas mbak di Akber adalah orang-orang yang friendly, sehingga membuatku betah di Akber.
Akber itu KELUARGA.


------------

Di Akber potensi relawannya juga dikembangkan. Awalnya, aku kira Akber hanya menyelenggarakan kelas-kelas untuk masyarakat. Ternyata, Akber juga memiliki kelas khusus untuk volunteer. Lewat kelas inilah, Akber mengembangkan skill atau potensi para relawannya.
Akber itu TEMPAT BELAJAR
*itu satu kata apa dua kata si ._.

----------

Lewat Akber aku bisa bertemu orang-orang baru. Orang-orang dengan berbagai latar belakang yang mungkin tak akan kutemui jika aku memilih untuk diam di bangku sekolah. Di Akber, aku juga diajarkan untuk membangun networking, belajar bersosialisasi, menjadi orang yang lebih open-minded, berani mencoba dan mengambil resiko, bertanggung jawab, dan buaaanyaaak lagi.
Akber itu KECE.

----------

Aku benar-benar dibuat kagum dengan founder Akber, mbak Ainun Chomsun. Berbekal rasa semangat karena ingin belajar sekaligus berbagi, berdirilah Akademi Berbagi. Dari yang awalnya hanya sebatas "kelompok belajar kecil", Akber kini sudah melebarkan sayapnya hingga ke berbagai kota di Indonesia. Tak hanya kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Solo, dan Denpasar. Akber juga ada di kota-kota kecil seperti Pekalongan, Labuhan Batu, Gorontalo, dan lain-lain.

Indonesia should give thanks to Akber and their volunteers. Mereka yang terlibat di Akber adalah orang-orang yang visioner dan cinta tanah air, yang tidak tinggal diam menyaksikan pendidikan di negeri ini semakin berpihak kepada yang berkantong tebal. Akber mampu memberikan warna baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

So,
Akber itu MENGINSPIRASI
Akber itu INDONESIA.

----------

7 tahun sudah Akademi Berbagi berdiri.
7 tahun sudah Akademi Berbagi hadir untuk negeri.
7 tahun mengispirasi tanpa kenal lelah.
7 tahun berbagi tanpa batas.

Kurang 1 kata lagi dariku lagi untuk Akber. 1 kata yang akan menggenapkan "7 KATA UNTUK AKBER".
Akber itu.. ~.
Tau kan bacanya apa?
TAK TERHINGGA.
Ya, benar akber itu tak terhingga.
Choosing 7 words for Akber is a hard thing to do because Akber has given so many things to us.
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-7 AKADEMI BERBAGI.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Bagus banget ini masih sekolah tapi sudah ikutan komunitas, saya sekarang menyesal kenapa nggak dari dulu ikutan komunitas. Baru kenal komunitas malah setelah selesai kuliah hehe.

    Di Pekanbaru juga ada Akber :)

    BalasHapus
  2. Selamat Ulang Tahun Akber, moga makin sukses.

    BalasHapus

Search