Senyum Pak Syawal di Bulan Syawal

21.10


Perkenalkan, nama saya Ibra. Saya dan teman saya, Nila Nadya sangat prihatin dengan keadaan rumah Pak Syawal, pria gigih asal Pekalongan. Menjelang bulan Syawal ini, kami bermaksud membantu Pak Syawal dengan merenovasi rumahnya sehingga menjadi layak huni. Berikut adalah kisah lengkapnya :


Banjir rob berkepanjangan adalah mimpi buruk bagi Pak Rahmat Syawal pria renta usia 69 tahun warga desa Pasir Sari, kecamatan Pekalongan Barat. Menghuni petakan rumah yang berbatasan dengan Sungai Meduri membuatnya tak luput dari terjangan air pasang hingga rumahnya menjadi tak nyaman dan tak layak lagi untuk ditinggali.

Meski sudah ditinggikan sebanyak 3 kali dengan menggunakan timbunan tanah, tingginya air rob tak mau beranjak dari rumah milik bapak 5 anak ini. Kondisi rumah pak Syawal saat ini bahkan makin memprihatinkan. Bangunan rumahnya yang sudah mulai retak dan rusak ini hanya tinggal separo saja akibat ditinggikan sekitar 1 meter namun tidak diimbangi dengan peninggian atap rumah. Bahkan atap rumahnya sering mengenai kepala siapa saja yang masuk.

Usaha meninggikan rumah yang ia lakukan untuk mengantisipasi air rob agar tidak masuk ke dalam ternyata sia-sia. Air terus menerus naik tanpa henti. Bahkan, kamar anak pak Syawal kondisinya sangat memprihatinkan. Lantainya tergenang air dan tidak mau surut sehingga setiap hendak pergi tidur atau beristirahat di kamar, anak Pak Syawal mau tak mau harus berkubang dengan air.

Halaman rumah Pak Syawal tak jauh beda dengan keadaan di dalam rumahnya. Terdapat 2 genangan air mati yang tak pernah surut, namun justru terus bertambah tinggi. Genangan air itu memiliki 2 warna, yaitu berwarna hijau dan hitam. Siapapun yang melihatnya akan kaget dan jijik dan tentu mengundang penyakit. Keadaan rumah seperti itu sudah ia alami selama 6 tahun.

Apakah Pak Syawal pasrah menerima keadaan dan tidak mau ikhtiar untuk mengatasi masalahnya? Jawabanya adalah tidak. Buruh pabrik lepas di PT Dupantex Pekalongan ini tak pernah patah semangat untuk tetap meneruskan hidup dan menjalani rutinitas di usia senjanya serta terus berikhtiar dan menekuni ibadah khususnya bulan Ramadhan dan di tengah cobaan bencana rob yang berkepanjangan. Gaji yang diterima Pak Syawal merupakan UMR yang hanya cukup untuk menghidupi keluarga. Sementara gaji istrinya, Ibu Usibah, yang sama-sama merupakan buruh batik tak bisa diandalkan. Jika jumlah pesanan batik pabriknya sedang sepi, terpaksa Ibu Usibah menganggur di rumah.

Bekerja sebagai buruh membuatnya harus memiliki energi yang berlipat-lipat, terlebih usianya kini tak lagi muda. Meskipun begitu, setiap bulan Ramadhan ia selalu puasa terus dan tidak pernah bolong sejak dulu. Pak Syawal mengaku punya keinginan untuk berhenti dari tempatnya bekerja dan membuka usaha batik. Namun karena keterbatasan ekonomi dan keadaannya yang sudah tua membuat dirinya susah untuk memulai usaha.

Anak Pak Syawal yang sudah menikah pernah menawarinya untuk tinggal bersama mereka, namun Pak Syawal berprinsip, ia tidak mau membebani anak untuk tinggal bersamanya. Pak Syawal berucap “Biarlah saya saja yang menderita. Biar anak-anak yang hidup senang. Kalau saya disuruh tinggal di tempat anak saya, saya nggak mau. nanti merepotkan.” Pak Syawal berharap, suatu saat dirinya memiliki rumah layak huni sehingga dapat hidup dan tinggal di tempat yang layak.

Dalam hati kecilnya, Pak Syawal hanya bisa meminta, semoga doa dan ikhtiarnya mampu mengetuk pintu rejeki untuk dapat merubah kehidupan dan tempat tinggalnya agar lebih layak ditinggali. Dan jalan menapaki cita-cita rumah layak huni tampaknya masih jauh dari harapan. Melalui media internet ini kami hanyalah menyampaikan narasi profil manusia tangguh, sabar dan tegas di tengah ujian hidup yang berat. Uluran tangan dan bantuan atas nama kemanusiaan kami nantikan dari Anda semuanya. Salam kemanusiaan!

Cara Berdonasi:

1. Buka https://kitabisa.com/senyumpaksyawal
2. Klik tombol berwarna merah “Donasi Sekarang”
3. Isi data diri (bisa anonim) dan pilih cara pembayaran
4. Transfer ke nomer rekening yang dipilih / isi form kartu kredit unuk pilihan kartu kredit

Terima Kasih


CP :
Vivian Ibra (WA : 085700226608/ vian.ibra@gmail.com)
Nila Nadya (WA : 085713717304)



Berikut saya lampirkan beberapa foto kondisi rumah Pak Syawal saat ini :




You Might Also Like

0 komentar

Search