Essai Paguyuban Pelajar Istimewa 2017

07.00


Aku pingin ngasih lihat ke kalian essai yang dulu aku bikin sebagai syarat pendaftaran Paguyuban Pelajar Istimewa 2017. Alasanku ngepublish essai ini biar bisa jadi sumber referensi kalau kalian mau daftar event-event sejenis yang membutuhkan essai, atau barangkali kalian mau daftar Paguyuban Pelajar Istimewa tahun depan.
Nah, bagi kalian yang belum tahu apa itu Paguyuban Pelajar Istimewa, bisa baca artikelku di sini.
INGAT! Essai ini bukan untuk di copas ya wkwkwk. Cukup dijadikan referensi aja.


Dariku Untuk Bangsa
oleh Vivian Ibra
SMK Negeri 2 Pekalongan

Sebagai seorang pelajar yang hidup di zaman sekarang, tentunya kita tak perlu berjuang mati-matian untuk mempertahankan kedaulatan tanah air.
Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif serta menjalankan kewajiban utama sebagai pelajar yakni belajar.
            Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah berkarya untuk bangsa. Berkarya untuk bangsa tak harus identik dengan menciptakan suatu penemuan atau inovasi. Berkarya itu sederhana. Kita bisa memadupadankan antara belajar sekaligus berkarya.
            Sebagai contoh, saya di sekolah mengambil jurusan broadcasting. Saya sering melakukan praktik yang berkaitan dengan dunia pertelevisian dan film, seperti membuat program televisi yang menarik, membuat film pendek, iklan layanan masyarakat, hingga video animasi.
            Melalui dunia broadcastinglah saya berkarya untuk bangsa. Disetiap kesempatan, saya dan teman-teman selalu berusaha untuk menghasilkan tayangan televisi yang baik dan berkualitas. Salah satunya yaitu peran kami sebagai pelajar yang cinta Indonesia, kami mengekspose keindahan negeri melalui film yang kami buat. Jadi selain belajar, kami juga berkarya.
            Tak hanya di sekolah, di luar sekolah pun baiknya kita selalu berinisiatif untuk berkarya. Contohnya kita dapat mempromosikan pariwisata kota tercinta agar dikenal banyak orang melalui foto dan tulisan, yang selanjutnya kita unggah di sosial media. Selain mempromosikan pariwisata, kita juga dapat mengasah skill dalam bidang menulis dan fotografi.
            Jadi, mari manfaatkan ilmu yang kita dapat untuk berkarya dimana saja. Jangan sampai ilmu itu hanya sebatas teori dan mengendap di kepala.

You Might Also Like

0 komentar

Search